Tampilkan postingan dengan label Mei 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mei 2012. Tampilkan semua postingan

Pelindung Kepala Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam

Jumat, 18 Mei 2012

Pelindung Kepala Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam

 Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam selesa dengan sentiasa memakai penutup kepala. Kebiasaannya Baginda mengenakan apa yang dipanggil ‘Qalansuah’ (kopiah) sama ada dengan ‘Imamah’ (serban) atau tanpa serban. Pada waktu-waktu tertentu Baginda Sallallahu Alaihi Wasallam turut memakai ‘Qithri’ (mafla / selandang) di kepala terutama pada cuaca panas dan berdebu. Baginda juga ada memakai topi besi sewaktu peperangan.

.
Terdapat banyak hadis menceritakan mengenai serban Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam serta ciri-cirinya. Antaranya:
.
Bentuk Serban
Bentuk kopiah atau serban yang dipakai oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam adalah melonjong dan runcing ke atas. Kain ‘Imamah’ (serban) yang dililitkan pula separuh daripada ketinggian kopiah dan berekor di belakang separas belikat. Topi besi Baginda Sallallahu Alaihi Wasallam juga turut berbentuk sebegini.
.
.
As-Sahab
Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam mempunyai serban yang dikenali sebagai ‘as-sahab’ (awan) yang diberikan kepada Sayyidina Ali r.a. Kadang-kadang Ali r.a. datang dengan memakai ‘as-sahab’. Lalu Nabi SAW bersabda, “Datang Ali kepadamu dengan memakai as-sahab.”
Serban Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di Muzium Topkapi Turki. Kerajaan Uthmaniyyah banyak mewarisi khazanah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.
.
.
Serban Hitam
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kerap dilihat mengenakan serban berwarna hitam.
“Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memasuki kota Makkah pada waktu Fathu Makkah (pembebasan kota Makkah), Baginda memakai serban hitam.” (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Abdurrahman bin Mahdi, dari Hammad bin Salamah. Hadis ini pun diriwayatkan pula oleh Mahmud bin Ghailan, dari Waki, dari Hammad bin Salamah, dari Abi Zubair yang bersumber dari Jabir r.a.)
.
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam juga suka berserban hitam ketika berpidato, bagi menunjukkan rasa rendah diri Baginda. “Sesungguhnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berpidato di hadapan umat, Baginda memakai serban hitam.” (Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan dan diriwayatkan pula oleh Yusuf bin Isa, keduanya menerima dari Waki’, dari Musawir al Waraq, dari Ja’far bin Amr bin Huraits yang bersumber dari bapanya.)
“Saya pernah melihat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di atas mimbar, dan dikepalanya terdapat serban hitam yang Baginda Sallallahu Alaihi Wasallam julurkan kedua hujungnya di antara kedua bahu Baginda Sallallahu Alaihi Wasallam.” (Hadis diriwayatkan oleh Muslim r.a, Abu Daud r.a dan an-Nasaei r.a.)
Amr bin Huraits berkata: “Aku melihat serban hitam di atas kepala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.” (HR. Tarmidzi r.a.)
.
.
Minyak Rambut
Baginda juga pernah menggunakan minyak rambut sebelum mengenakan serban. Ibnu Abbas r.a. menyatakan: “Sesungguhnya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam berpidato di hadapan ummat. Waktu itu Baginda mengenakan serban, dan serbannya ada kesan minyak rambut.” (HR. At-Tarmidzi dan Ibnu ‘Abbas)
.
.
Kedudukan Ekor Serban

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memakai serban dengan memulakan sebelah kanan dan membukanya dengan memulakan sebelah kirinya. Sewaktu berserban, biasanya Baginda Sallallahu Alaihi Wasallam melepaskan hujung serban ke belakang iaitu di antara dua belikat Baginda.
Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu ‘Umar ra. dikemukakan : “Apabila Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memakai serban, maka dilepaskannya ujung serbannya di antara kedua belikat Baginda.” Kemudian Nafi’ berkata: “Ibnu ‘Umar juga berbuat begitu.” ‘Ubaidullah berkata: “Kulihat al-Qasim bin Muhammad dan Salim, keduanya juga berbuat demikian.” (HR. Tarmidzi. Diriwayatkan oleh Harun bin Ishaq al Hamdzani, dari Yahya bin Muhammad al-Madini, dari Abdul Aziz bin Muhammad, dari Ubaidullah bin Umar, dari Nafi’, yang bersumber dari Ibnu ‘Umar.)
Baginda Sallallahu Alaihi Wasallam juga ada melepaskan ekor serban kanan dan adakalanya ke kiri yang menjadi ikutan dan amalan alim ulama.
.
.
Topi Besi Rasulullah SAW
“Sewaktu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memasuki Kota Makkah (dihari Pembebasan), Baginda memakai topi besi. Kemudian ditunjukkan seorang yang sangat zalim kepada Baginda: “Itu Ibnu Khathal bersembunyi di dinding Kaabah (disebabkan takut).” Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Bunuhlah dia!” (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id, dari Malik bin Anas, dari Ibnu Syihab, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
Ada sesetengah pendapat menterjemahan ‘topi besi‘ tersebut kurang tepat sebab yang dimaksud topi besi di sini adalah rantai besi yang dijalin rapi, dibuat dengan ukuran kepala kemudian dapasang di dalam kopiah.
.
.
والله أعلم بالصواب
(Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)

Heavenly Titles of The Naqsybandi Master

Sabtu, 12 Mei 2012

Heavenly Titles of The Naqsybandi Master
(Beberapa Gelar Surgawi dari Para Mursyid Naqsyabandi)

 
 



1. Sultanul Awliya Syaikh Abdullah ad-Daghestani q.s

~ 'Aynu l-wilayah al-'azali
~ Sirru l-Hayaati s-Sarmadaanii
~ Khaatimu l-Awliya
~ Sultaanul Awliya
~ Murshidu z-Zamaan
~ Syaykhu l-Awwaliin wal-Aakhiriin
~ Sahibu l-Sahiib
~ Waa 'ithu l-ummah
~ Murabbi l-'Aarifin
~ Qudawatul-Muhaqqiqiin
~ Sirru Sadaatinaa n-Naqshabandiiyyah
~ Muhami l-Mahshar
~ Tabibul Quluub
~ Hayaatu l-Wujuud
~ Shaiiru r-Rahmati al-Ma'ruuf bi-Naqiibi l-Ummah


2. Sultanul Awliya Shyaikh Nazim al Haqqani q.s

~ Al-imam r-Rabbani
~ Al-Ghawthu l-Haqqani
~ Murabbil 'Aarifin
~ Mu 'ayyidu d-din
~ Hujjatul Islam
~ Dhu l-Janaahayn
~ Al-Waarithu l-Kaamilu l-Khatimu l-Awliya
~ Mujaddidu Aakhiri l-'usuur
~ Imaamu r-Rijaali l-Malakuutiiyyah
~ Silatu Majma 'il-Bahrayn
~ Ghawthu z-Zamaan
~ Al-Qutbu r-Rabbaanii
~ Hujjatu-Llah
~ Khaadimu l-Ummati l-Muhammadiiyyah
~ Muhayyu d-Din
~ al-Mutasarrifu l-Kaamil
~  Al-Hasani al-Husayn
~ imaamu t-Turuqi s-Sufiyyah
~ Sultaanul Awliya



3. Qutb Mutasyarrif Syaikh Muhammad Hisyam al kabbani q.s

~ Thamiiru l-Haqq Zaynu l-'Aabidiin
~ Muraadu-Llaahi adh-Dhaakin
~ Hujjatu-Llaahi l-Mukhlis
~ Maddadu l-Haqq
~ lisaanu l_mutakallimiina 'Awnu l-Llaahi s-Sakhaawii
























Dosa Menyebarkan Fitnah Tidak Akan Mendapat Syafaat Nabi Muhammad saw

Rabu, 09 Mei 2012

Dosa Menyebarkan Fitnah Tidak Akan Mendapat Syafaat Nabi Muhammad saw
Qutub Mutasysyarif Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani qs
Jakarta, 7 Mei 2012






A'udzu billahi mina'sy-shaytani 'r-rajim Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahim.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. al-Hujurat: 6)

Kata-kata ini sebuah kebenaran, sebuah perintah untuk semua orang untuk digunakan, untuk mencek setiap berita buruk yang datang. Jika terjadi kebingungan dalam masyarakat karena berita buruk yang kalian dengar, dari orang yang korup, maka jangan membuat fitnah dan menyebarkan fitnah itu. Wahai manusia jika seseorang yang buruk (korup) datang kepadamu dengan berita yang buruk dan palsu yang dia bawa dan menuduh seseorang terhadap sesuatu yang tidak mereka lakukan, maka periksalah berita itu terlebih dahulu, karena dengan begitu maka kalian tidak akan terjatuh ke dalam dosa besar (fitnah), yaitu dosa fitnah karena kalian percaya terhadap berita buruk yang kalian dengar dari orang yang buruk itu dan turut menyebarkannya.

wa laa tajassasu wa laa yaghtab ba`dakum ba`da ayyuhibu ahadakum an yaakulu laham akhihi maytan.

Janganlah memata-matai saudaramu, dan janganlah kalian menjelek-jelekkan satu sama lain. Apakah kamu ingin memakan daging mentah, bangkai saudaramu yang sudah mati? Dan Allah tidak suka dengan hal itu. Laa yaghtab ba`dakum ba`da. Jangan menjelek-jelekkan satu sama lain, jangan bicara buruk tentang satu sama lain, karena dengan itu Allah akan menempatkan kalian di bawah hukumanNya dan mengambil seluruh hasanat (kebaikanmu) dan memberikan kebaikan amal ibadahmu kepada orang yang kalian dzalimi, dan mengambil keburukan dosa-dosa orang yang kalian dzalimi dan diberikan kepadamu.

Memfitnah hukumannya lebih berat dari ketidaktaatan. Fitnah akan menyebabkan hukuman yang lebih berat dari Allah. Allah swt menghukum lebih berat orang yang membuat fitnah daripada orang yang membuat dosa besar. Karena fitnah akan menciptakan kebingungan. Fitnah akan menciptakan situasi dimana banyak orang akan terjatuh dalam dosa fitnah itu tanpa mengetahui bahwa mereka telah jatuh kedalam perangkap setan, dan tidak ada jalan keluar bagi orang yang membuat fitnah. Tidak ada pengampunan bagi orang yang membuat fitnah. Itulah sebabnya Allah swt tidak suka dengan orang yang suka memfitnah.

Fitnah, ketika seseorang membuat fitnah, setelah itu terjadi maka orang percaya dan kemudian generasi baru yang datang, mereka pikir itu adalah kenyataan dan kebenaran maka kemudian situasi yang tercipta menjadi tidak ada yang berpikir bahwa cerita itu sebenarnya adalah fitnah. Jadi setelah 10-15 tahun orang-orang baru datang dan berpikir ini adalah realitas yang telah ditetapkan sebagai kebenaran, atau seseorang yang menuduh, mereka menganggap hal itu setelah beberapa waktu sebagai sebuah fakta kebenaran, tetapi pada kenyataannya adalah berita bohong. Maka tidak ada jalan keluar untuk mereka yang memfitnah, dan juga orang-orang yang menyebar fitnah, ini adalah Fatwaku, dosa orang yang memfitnah lebih besar dari dosa orang yang melakukan dosa besar.

Nabi (saw) berkata," Syafaa`ti li ahl al-kabaair min ummati, Syafaatku untuk orang yang melakukan dosa besar". Dan dari pemahaman hadits tersebut maka tidak akan ada syafa'at Nabi saw untuk orang-orang yang membuat fitnah. Sebagaimanba Iblis berada di bawah kutukan Allah swt, maka orang-orang yang membuat fitnah, mereka dikutuk seperti iblis. Jadi tidak ada yang bisa membawa orang keluar dari kutukan itu. Sebagaimana Nabi (saw) berkata, Fitna adalah tertidur dan Allah mengutuk orang yang membangunkan fitnah (menyebarkan fitnah). Itu untuk sesuatu yang benar terjadi. Lalu bagaimana dengan orang yang membuat sebuah cerita bohing dan menyebarkan kebohongan itu? Maka para pembuat fitnah berada di bawah kutukan Allah. Mereka menjadi seperti setan, tidak ada syafa'at baginya dan tidak ada syafa'at untuk setan.

Fitna itu tidur, maka jangan membangunkannya terutama bila fitnah itu baru sja terjadi. Ketika anda membangunkan fitnah, maka kau akan dikutuk. Dan berapa banyak dari kita mencoba untuk menyebarkan fitnah yang sebenarnya tidak ada dan itu tidak benar. Itulah sebabnya Sayyidina 'Ali (ra) berkata, tutup mulutmu, diam itu lebih baik. Sayyidina Abu Bakar as-Siddiq (ra), beliau menaruh batu di mulutnya untuk tidak berbicara, karena segera setelah kalian berbicara, akan membuatmu terjatuh ke dalam fitnah. Jika kalian tidak berbicara tentang Islam atau tentang agama, maka kalian akan berbicara mengenai masalah dunia, maka dengan segera membuat kalian jatuh ke dalam fitnah.

Itulah sebabnya Allah swt ingin kita menjadi sadar, dan itulah sebabnya Dia mengatakan dalam Al Qur'an: Jangan menjelek-jelekkan satu sama lain. Lalu kalian akan menerima kutukan yang sama. Allah mengutuk orang yang membawa fitnah itu menyebar. Maka akan lebih baik untuk tetap diam di depan orang yang menyebar fitnah, karena Allah mengutuk orang yang membawa fintah keluar, kalian menjadi seperti Iblis. Jadi jika kalian bukan dari golongan Awliyaullah, dimana Allah swt berfirman: Awliya Allah, sesungguhnya mereka tidak ada rasa takut tidak juga mereka bersedih hati. Maka janganlah kalian terjatuh ke dalam fitnah.

Mengapa orang berkelahi satu sama lain? Karena fitnah dan gibah. Mereka berkelahi karena seseorang memfitnah orang yang tidak bersalah, sehingga mereka berkelahi. Jadi itulah sebabnya maka Nabi (saw) berkata, "Tanda orang munafik ada tiga,

(1) Ketika dia berbicara dia berdusta,
(2) Ketika dia dipercayai amanah ia mengkhianatimu. Berapa banyak kita mengkhianati satu sama lain. Kami mempercayakan mereka dengan rahasia kami dan mereka mengkhianatimu dengan membuka seluruh rahasia kita. Kami mempercayakan mereka dengan satu kata dan mereka mengkhianati kita.

(3). Jika dia berjanji, dia melanggar janjinya.

Bahkan jika dia mengklaim bahwa dia telah salat dan puasa, jika dia memfitnah dan menggunjing, maka dia akan dikutuk. Itu berarti bahwa seseorang yang munafik yang pikirannya hanya untuk membuat dan menyebarkan fitnah, bahkan senadainya kisah keburukan itu benar tetap kalian tidak diperbolehkan untuk menyebarkannya. Dan bagaimana dengan fitnah yang tidak benar? Allah (swt) mengatakan, bertabayunlah, periksalah, verifikasi lebih dahulu, dan jika Anda tidak memeriksanya kemudian percaya dan menyebarkannya, maka kau juga akan dikutuk karena telah membawa fitnah itu keluar.

Siapapun yang membuat fitnah, gibah dan mengguncing, maka dia tidak dapat masuk surga. Dia adalah orang yang bangkrut, bahkan jika ia berdoa dan puasa. Nabi saw bertanya kepada para sahabat, "Siapakah orang yang bangkrut?" Dan mereka berkata, "Mereka yang tidak memiliki kekayaan." Dan Nabi saw berkata, "Bukan itu, dia adalah orang yang tidak lagi memiliki amal ibadah." Dan mereka bertanya, "Bahkan jika mereke sudah mengerjakan salat dan puasa?" Dan Nabi (saw) berkata, "Bahkan jika dia salat dan puasa, karena seluruh perbuatan baiknya akan diberikan kepada mereka yang dia zalimi, dia fitnah dan gibah, bahkan perbuatan buruk orang yang dia fitnah dan dia tindas akan diberikan kepadanya."

Janganlah kalian memfitnah, karena bisa saja fitnah itu menjadi "Kisah Nyata yang Dianggap Orang Sebagai Kebenaran". Sehingga tidak dapat terhapus dari zaman ke zaman, padahal semua itu hanya berasal dari hasad, iri hati dan dengki. Jangan memecah belah persaudaraan dalam komunitas kalian dengan fitnah, jangan membuat umat terpecah, karena setan telah memasukkan kedalam hatimu untuk membuat fitnah dan memecah belah masyarakat.

Tanda orang Munafik, jika ia berbicara ia berbohong. Ada banyak sekali kebohongan saat ini. Bahkan di zaman Nabi (saw). Orang-orang Munafik mencoba menuduh Sayyidah Aisyah untuk membuat Nabi (saw) kesal dengannya. Dan Nabi (saw) tidak berbicara dengan Siti Aisyah sampai ada wahyu (berita) bahwa ia tidak bersalah datang dari langit. Dan Allah swt mengutus Malaikat Jibril (as) untuk memberikan kabar tentang kesucian Siti Aisyah ra. Hal itu adalah untuk mengajarkan kepada kita umatnya. Karena Nabi Muhammad (saw) sendiri sebenarnya sudah mengetahui fitnah ini, tetapi beliau tidak berbicara hanya untuk mengajarkan ummatnya.

Manusia sangat sulit untuk menahan dirinya untuk tidak menyebar fintah dan gosip, dan mereka senantiasa membuat fitnah dan gibah bahkan mereka mencoba untuk memfitnah orang-orang yang sangat dekat dengan Nabi (saw), yatitu Siti Aisyah ra, istri beliau saw. Dan Allah mengirim berita dari langit bahwa Siti Aisyah ra tidak bersalah. Mereka yang memfitnah ini adalah orang-orang munafik yang akan dihukum sangat keras. Apapun yang mereka lakukan, maka tidak ada ampunan bagi mereka. Sangat banyak orang Munafiq dari ummat hari ini. Ketika mereka berbicara mereka berdusta. Jika mereka bergibah dan melempar fitnah kepada seseorang, maka orang yang di fitnah tersebut tidak akan mengampuni mereka sampai mereka mengambil semua hasanaat, semua kebaikan dan amal ibadah orang yang memfitnah di Hari Mahsyar nanti (Hari Pengadilan).

Di Eropa didepan pintu pagar mereka banyak ditulis "Awas Ada Anjing!". Dan Mawlana Syekh Nazim qs dalam berbagai ceramahnya mengatakan, mengapa kalian hanya memasang peringatan,"Awas Ada Anjing" gantilah dengan "Awas Ada Setan". Saya hari ini mengatakan ambil dan tulis juga "Awas Orang-Orang Munafik" Karena begitu banyak manusia munafik hari ini, dan kalian tidak dapat mengenali mereka, karena mereka juga melakukan salat dan puasa. Nabi (saw) mengatakan jangan memfitnah dan gibah (gosip) karena kalian akan bangkrut dan tidak ada amal ibadah kalian yang tersisa.

Semoga Allah SWT mengampuni orang-orang munafiq ini dan membawa mereka kembali menjadi normal dan membuat mereka menyadari bahwa mereka telah menuduh secara salah orang yang tidak berdosa,yang mereka tuduh. Dan semoga Allah mengampuni mereka dan mengampuni kita semua dan semoga Allah menjauhkan mereka dari kebohongan dan menjauhkan kita dari kebohongan. dan semoga Allah memberikan kita semua agar diberikan kedamaian dan ketenangan.

Pada akhirnya saya ingin mengatakan besok adalah hari ke-40 dimana saudara kita Shah HRH Raja Ashman qs yang meninggal dengan cepat, dan dia diberikan keindahan surga yang terbaik, Beliau meninggal setelah dzikrullah pada Kamis malam Jumat atau pagi dinihari pada hari Jumat jam 1 malam, dan siapapun yang meninggal pada hari Jumat maka mereka akan berada langsung di surga. Kami senang bahwa kami adalah saudara dan teman-temannya, beliau selalu membuka jalan bagi tarekat ini di Malaysia dan di negara-negara Timur Jauh.

Semoga Allah memberkati Raja Ashman Shah qs, dan dia meninggalkan dunya ini sebagai Quthb al-Aqtaab, seorang Wali Besar, dan semoga Allah memberkati dia dan keluarganya dan semoga Allah memberkati kita untuk senantiasa berada di dekat Nabi Muhammad (saw) dan berada di dekat awliyaullah, dan terutama dekat dengan guru kami Mawlana Syaikh Muhammad Nazim al-Haqqani qs. Dan kita mengirim berkah dari pembacaan maulid dan dzikir malam ini untuk saudara kita almarhum HRH Raja Ashman Shah qs

Wa min Allah at Tawfiq

Raja Ashman Shah qs di dalam Maqam 40 Wali Tinggi (Arbain)

Jumat, 04 Mei 2012



Raja Ashman Shah qs di Dalam Makam 40 Wali Tinggi (Wali Arbain)
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
1 Mei 2012 – Lefke Cyprus



Audzubillahi minas syaithanir rajim, Bismillahir Rahmaanir Rahim

Ketika Raja Asman meninggal dunia, (Semoga Allah merahmati ruhnya), kesehatan Mawlana Syaikh Nazim qs sangat tidak stabil sehinga kami tidak menginformasikan kepadanya tentang wafatnya Raja Ashman Shah qs yang merupakan berita yang sangat sedih.  Hari ini ketika Syaikh Bahaudin menceritakan kepada ayahnya (Mawlana Syaikh Nazim qs) untuk mendapatkan berkah dari Raja Asman Shah qs yang merupakan Wali Arbain (40 Wali Tinggi), tetapi sebelum Syaikh Bahaudin menceritakan hal tersebut Mawlana Syaikh Nazim qs lebih dahulu mengungkapkan Maqom (Tingkatan Spiritual) Raja Ashman dimana beliau, Raja Ashman terlihat berada di Sham (Damaskus).

Mereka mengatakan bahwa tubuh Raja Ashman tidak ada di Malaysia tetapi telah dipindahkan ke Sham (Damaskus). Dan mereka melihatnya di Sham (Damaskus). Raja Asman qs, posisi spiritualnya adalah bagaikan Naga, katakan apa yang kukatakan ini dengan detail kepada Sultan dan Ratu, Bapak dan Ibunya. Dia (Raja Ashman Shah) adalah bagian dari kami, dan  dia akan bersama Sayidina Mahdi  as. Karena maqom belaiu adalah salah seorang dari Wali Arbain (Wali 40). Saya belum pernah mengatakan hal ini kepadamu Bahaudin.

Katakan kepada mereka bahwa mereka akan melihatnya kembali bersama kedatangan Sayidina Mahdi as, dan kau diperkenankan untuk ke Malaysia untuk menceritakan kepada mereka. Mereka, para Ahlul Ghayb telah membawanya dari Temong Perak, saya mengetahui tempatnya dimakamkan dilembah diantara hutan, saya mengetahuinya. Saya menyadari ketika kau mengatakan kepadaku saat lalu bahwa akan pergi jauh selama 1-2 hari. Maka segera saya mengirimkan salam kepadanya dan bertanya apa yang terjadi. Dan saya menyelidiki untuk mengetahui apakah yang terjadi. Dan Raja Ashman berkata, bahwa kerajaan ini jauh lebih besar dan lebih mulia dari kerajaan kami. Dia Raja Ashman akan datang kembali bersama Sahibul Zaman Sayidina Mahdi as.Dia meninggal begitu saja dengan cepat tanpa apapun. Spiritualnya bagaikan Naga.

Syaikh Bahaudin : Bagaimana kalau dia diberikan gelar Sultan Qulub, Sultan of The Heart.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Baik, ok. Dia adalah orang yang rendah hati semenjak saya berjumpa pertama kali dengannya ketika ia datang kepadaku di London. Saya melihat kepadanya, dan saya duduk dikursi seperti ini, sedangkan dia duduk dilantai. Mereka berkata kepadaku, ”Yaa Mawlana, tahukah engkau siapa dia?”. Dan aku balik bertanya kepada mereka,”Siapakah dia?”.  Mereka mengatakan bahwa dia adalah putra Sultan, Yang Dipertuan Agong Malaysia. Dan aku berkata, bagaimana kalian membiarkan seorang anak Sultan duduk di lantai seperti itu, malulah kalian, cepat berikan dia tempat duduk”.  Dan mereka memberikan kursi kepadanya.

Dia (Raja Ashman qs) bukanlah orang biasa. Dia sekarang mengawasi dari Timur Jauh (Syam). Mereka mengatakan bahwa mereka melihatnya berada di Syam. Bagaimana dia tidak berada disana bahkan jika dia mau, dia dapat melangkah dengan satu langkah dan terlihat di Malaysia, tetapi hal ini akan menimbulkan kegemparan disana.  Oleh karena itu tidak diijinkan baginya untuk berada di Malaysia. Sekarang dia bersama Sayidina Mahdi as. Maka mereka tidak perlu khawatir. Dia bersama 40 Wali Besar (Arbain). Huuuuu… dia dapat mencapainya, dia orang yang suci.

Seseorang membisikkan ketelingaku, dan bukan aku tidak memberikan perhatian terhadap hal ini, aku hanya tidak memberitahumu. Ketika kau katakan dahulu bahwa kau akan pergi ketempat yang jauh (melayat ke Malaysia) untuk beberapa hari. Maka saya tidak mengatakan apapun. Meskipun demikian, hanya ada tiga orang yang dapat melihatku berada  di Temong, Perak Malaysia saat pemakamannya, dan mereka menghormatiku dan mencintaiku. Raja Asman melihatku, dia berasal dari keturunan Raja-Raja. Dia dapat menjadi Sultan disana tetapi dia tidak tertarik dengan hal itu.

Dan disini (secara spiritual) tidak ada yang dinamakan kematian. Para Ahlul Ghaib, yang tak terlihat telah membawanya dari sana, katakan kepada Sultan agar dia tidak perlu takut dan khawatir.  Jika dia tidak takut aku dapat mengirimkannya kembali disampingnya. Tanya kepada Sultan, apakah aku perlu mengirimkannya kembali disampingnya? Katakan kepadanya untuk tidak perlu khawatir sama sekali.

Syaikh Bahaudin : Sultan telah berniat dan memutuskan bersama Raja Muda, untuk tetap menjaga tariqat Naqshbandi disana. Dan mereka mendeklarasikan bahwa Tariqah Naqshbandi adalah Tarikahnya Kesultanan Perak, baik secara spiritual maupun material.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Ini sangat Ajaib, ini berkah dari kekuatan Raja Ashman qs.

Syaikh Bahaudin : Mereka berharap mudah-mudahan Mawlana dapat datang kesana dan kami tetap melanjutkan untuk mengembangkan Tariqah ini kata mereka.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Katakan kepada Sultan dan Raja Muda bahwa mereka adalah keturunan dari darah yang suci Baginda Nabi saw, mereka berasal dari Sulala at-Tahira, Ahlul Bayt. Tetapi ibunya banyak menangis.

Syaikh Bahaudin : Saya mengatakan kepada Permaisuri Ratu agar berdzikir Subhanim Allah, Sultanim Allah Nabim Muhammad Alayhi Salam. Dan Ratu mengatakan betapa indahnya dan melodinya terdengar sangat manis. Dan kemudian beliau merasa lebih gembira.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Begitu banyak rahasia disana, tetapi siapa yang dapat mengetahui rahasia ini. Seseorang mengatakan bahwa mereka melihatnya (Raja Ashman Shah ) berada di Sham (Damaskus), karena ada sesuatu yang harus dikerjakan disana sehingga dia berada disana. Saya duduk di sini dengan usia tua, dan apakah yang masih dapat saya kerjakan?

Mereka bertanya kepada saya, apakah yang dapat kau kerjakan Syaikh?. Dan aku mengatakan kepada mereka bahwa aku hanya bisa memarahi mereka yang datang kesini dan pergi. Saya bertanya kepada mereka darimana kau dapat ijin masuk kesini. Dari Bahaudin, kata mereka. Bahaudin pergilah kau ke Malysia, dan berikan kepada Ibu Permaisuri tasbih panjang ini, (500 butir tasbih berwarna hijau). Agar dapat mengalihkan kesedihannya dan tasbih ini sangat indah,

Syaikh Bahaudin : Insya Allah Raja Alina akan datang mengunjungimu disini.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Bagaimana kabar istrinya (Raja Ashman) dan anak-anaknya?

Syaikh Bahaudin : Alhamdulillah mereka baik dan sangat sabar.


Mawlana Syaikh Nazim qs : Katakan kepadanya bahwa dia akan dapat melihatnya kembali bersama datangnya Sahibul Waqt, Sayidina Mahdi as. Dan Raja Ashman dia berada diantara para Raja. Oleh karena itu ketika Sultan Abdullah II dari Jordan muncul, maka Raja Ashman akan bersamanya dan menaklukan setiap wilayah satu persatu. Banyak peristiwa yang akan terjadi tetapi tidak ada yang menaruh perhatian.

Dan saya hanya dapat duduk disini dan menyumpahi setiap yang datang dan pergi. Akan ada banyak perubahan yang terjadi dan Raja Ashman adalah penjaga di Timur Jauh. Apakah Sultan Brunei datang saat pemakaman Raja Asman Shah?

Syaikh Bahaudin : Dia tidak datang karena Raja Ashman langsung dimakamkan tanpa menunggu apapun.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Karena mereka Ahlul Gaib dengan segera mengambilnya dan memindahkannya (ke Syam).

Syaikh Bahaudin : Ratu mengatakan bahwa selama 25 tahun saya tidak menyadari apa yang telah dikerjakan anakku (Raja Ashman) dan baru kemarin aku menyadarinya bahwa banyak sekali kemajuan dan pekerjaan besar yang telah dia kerjakan selama masa hidupnya.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Ibunya sangat kuat
Syaikh Bahaudin : Sultan juga sangat kuat. Dan saudaranya mengatakan bahkan Sultan terlihat lebih segar.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Ketika Allah mengambilnya, maka kemudian dia memberikan Sultan kekuatan dari kekuatannya (Raja Ashman).

Syaikh Bahaudin : Hanya Raja Muda yang sangat bersedih


Mawlana Syaikh Nazim qs : Katakan kepadanya untuk tidak takut. Tidak ada yang akan menyakitinya. Alhamdulillah wa kafa. Ketika dia meninggal, maka Ahlul Gaib langsung mengambilnya. Tidak ada yang dinamakan kematian. Dan katakan kepada mereka bahwa mereka akan dapat melihatnya ketika Sayidina Mahdi as datang. Dia akan memperkenalkan diri dan identitas dirinya. Daulat Tuanku, inilah Kesultanan yang sejati.

Raja Ashman mendapatkan kekuatan yang sejati saat ini. Alhamdulillah. Dia sangat kuat, dan kekuatannya sangat ajaib. Mereka adalah orang-orang pilihan yang terpilih. Mereka berkumpul bersama. Berikan Fatiha untuk posisi spiritualnya. Ini adalah sebuah tanda akan datangnya banyak perubahan ketika dia mengambilnya. Bahaudin, ajarkan aku menari dan aku merasakan perasaan yang ajaib. Semoga Allah mengampuniku.   

Wa min Allah at Tawfiq



Sumber : www.sufilive.com
Translate by Sh. Arief Hamdani