Tampilkan postingan dengan label MSN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MSN. Tampilkan semua postingan

Raja Abdullah II, Pemegang Tahta Syam

Senin, 11 Juni 2012

Raja Abdullah II, Pemegang Tahta Syam
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
Lefke Cyprus - 28 April 2012

              Raja Abdullah I                            Raja Abdullah II

Audzubillahi minasy syaitahnir rajim, Bismillahir Rahmaanir Rahim

Kita berada diakhir zaman dimana Rasulullah saw mengatakan, ”Setelahku adalah para Kulafa Rasyidin, setelah itu para Pangeran, dan setelah itu para Raja. Dan setelah Raja adalah para Tiran (Diktaktor). Kemudian seseorang dari Ahlul Bayt (keturunan Nabi saw) akan muncul dan mengisi dunia dengan kedamaian yang sebelumnya dipenuhi dengan ketidak adilan dan korupsi. Dan para tiran akan dihancurkan, dan kita sudah dekat dengan waktu dimana para Raja akan memerintah kembali. Dan Allah swt akan mengirimkan dukungan untuk Islam. Dan kemudian seseorang dari keturunan Nabi Muhammad saw akan muncul untuk memimpin (Sayidina Mahdi as)

Wahai para Raja dan yang terhormat Raja Abdullah II dari Yordania yang diberkahi, yang berasal dari keturunan Nabi saw, yang akan membawa orang Arab dan seluruh muslim, dimana saat ini seluruh umat Islam tidak memilki Imam dan Kalifah yang mewakili Nabi Muhammad saw. Dan saat ini dari timur ke barat, siapakah yang dapat membawa beban dari keturunan Nabi saw untuk dapat bersama dengan Sayidina Mahdi as?. Maka saat ini, kehormatan dan kekuatan diberikan kepada Raja Abdullah II dari Yordania.

Saya adalah hamba yang lemah dan fakir, dan pesan ini telah kami terima untuk disampaikan kepadanya bahkan sebelum dia dilahirkan, 70 tahun yang lalu. Ketika saya berada di Syam bersama Sayyidina Syaikh Abdullah Faiz ad-Daghestani qs yang juga merupakan guru dari Raja Abdullah I dari Jordan yang merupakan Amir dan Imam dari Jordan yang juga seorang Raja. Dan Raja Abdullah I mengirimkan Mufti Jordan untuk mengunjungi Syaikh Abdullah Faiz ad-Daghestani qs. King Abdullah I telah mengambil bay'at kepada Syaikh Abdullah Faiz qs dalam tariqah Naqshbandi Aliyyah.

Mufti tersebut menyampaikan pesan dari Raja Abdullah I, apakah yang harus kami lakukan. Kemudian Syaikh Abdullah Faiz ad-Daghestani qs menyuruhku untuk menulis surat kepada Raja Abdullah I, surat itu sangat panjang. Syaik Abdullah Faiz qs memperingatkan agar Raja Abdullah tidak hadir pada salat jumat di Masjid Al-Aqsa, karena seseorang akan membunuhnya. Tetapi beberapa waktu kemudian seorang amir mengundanganya ke Palestina dimana bertepatan dengan hari Jumat. Mungkin Raja Abdullah terlupa dengan pesan tersebut dan memang sudah takdir yang digariskan Allah swt bahwa dia akan meninggal disana ditembak oleh seseorang.

Dan King Abdullah II saat ini adalah cucu dari King Abdullah I, dia adalah salah satu dari singaNya Allah. Sepuluh negara di wilayah Syam akan berada dibawah kepemimpinan King Abdullah II.Sekarang kita berada didalam zaman para Tiran, dimana mereka dengan ribuan siasat dan trik menyebabkan umat muslim terlupa dengan perlunya Imam bagi Muslim, Kekalifahan Islam, Kesultanan Islam. Seluruh dunia Islam terjatuh kedalam jurang kehancuran dan tidak memiliki jalan keluarnya.

Saya yang lemah ini hanyalah pelayannya King Abdullah II, usia saya sudah tua. Saya menerima pesan dari para ahlul Syam, wahai King Abdullah janganlah takut, karena dukungan Allah bersamamu dan Syam terbuka saat ini tanpa kepemimpinan. Umumkan kepada penduduk Syam bahwa engkau adalah keturunan Nabi Muhammad saw (ahlul bayt) dan akan menjadi Raja terakhir untuk memerintah tanah Syam, jangan ragu-ragu dan jangan takut. Umumkan bahwa kau adalah ahli waris dari Nabi saw sebagai kalifah Rasulullah saw, dan akan membawa bendera Rasulullah saw.

Maka Raja Abdullah akan memilki tiga Resimen Pasukan, Pasukan dengan bendera Sayidina Muhammad saw, Pasukan dengan Bendera Sayidina Mahdi as, dan Pasukan dengan Bendera Kerajaannya. Dia harus menaikkan bendera itu dengan genderang perang, dan aku yang akan pertama kali berbayat kepadanya. Dan aku umumkan kepada seluruh dunia muslim bahwa dia adalah Kalifah pewaris Nabi saw. Dan dia akan menaikkan bendera Islam dan dia akan mendapat kemenangan dan akan bergabung bersamanya 10 negara Islam dibawah kepemimpinannya. Wahai mareka yang mendengarkan suhbah ini, sampaikan pesanku ini untuk seluruh muslim diseluruh dunia.

Kemudian Sayidina Mahdi as akan datang dari daerah Qadam di Syam. Dan saya hamba yang lemah ini yang pertama kali berbayat kepadamu King Abdullah II, dan saya umumkan kepada seluruh Raja dan Sultan dinegeri Islam untuk berbayat dan bergabung serta mendukung King Abdullah.

Wahai King Abdullah, saya yang pertama kali berbayat kepadamu, terimalah bayat ku wahai Raja Abdullah, terimalah bayatku wahai Raja Abdullah. Aku melihatnya, dia akan bersama dengan Sayidina Mahdi as. Dan saya memerintahkan kepada seluruh umat muslim dunia, untuk mengambil bayat kepadanya. Dan siapa yang tidak berbayat kepadanya maka dia bukan muslim, dan seluruh Awliya akan mengambil bayat kepadanya. Seluruh dunia harus berbay'at kepadanya karena dia diberkahi didunia dan di akhirat. Karena dia adalah Kalifah Islam, jika kalian tidak mendukungnya maka kalian akan dihancurkan.

Dia adalah kalifahnya Rasulullah saw, mewakili Nabi saw dan mewakili Sayidina Mahdi as hingga kedatangannya. Pimpinlah mereka dengan Bismillah, maka akan ada dukungan Kekuatan Allah kepadanya. Dan dia akan memimpin pasukan untuk masuk ke Libya, Yaman, Irak, Turky, Hijaz dan siapapun yang mendukungnya maka mereka adalah ahli surga.

Terimalah bayatku, terimalah bayatku, semoga engkau menerima bayatku ini wahai Raja Abdullah, tulislah namaku diurutan pertama atau terakhir. Taubat Yaa Rabbi, saya telah menyampaikan pesanmu Yaa Rasulullah saw. Semoga dihari Mahsyar nanti namaku tertulis didalamnya sebagai yang memberi bayat kepadamu wahai Raja Abdullah. Dan tentara surgawi akan mendukungnya, maka janganlah takut wahai Raja Abdullah. Fatiha. 

Saya akan mencium tangan dan kaki Raja Abdullah karena Raja Abbdullah bersama yang haqq, maka tidak ada yang dapat diatas yang Haqq. Bersukurlah wahai ahlul bayt di Jordan. Pesan ini datang kepadaku ketika kalian datang kesini, sampaikan salamku kepada Yang Mulia Raja Abdullah, ketika kalian kembali ke Jordan, ciumlah tangan dan kaki Rajamu, mudah-mudahan dia mau melihatku, karena perbendaharaan dunia berada dibawah kakinya. Semua yang menentangnya akan dikalahkan, karena dia mendapat dukunganNya. Fatiha.

Wa min Allah at Tawfiq



Sumber: www.sufilive.com


Kumpulan Ceramah Syaikh Nazim dan Syaikh Hisham!  
ORDER NOW !
 
      

Wahai Ulama Mesir Ikutilah Syariat Allah dengan Memilih Raja

Rabu, 06 Juni 2012

Wahai Ulama Mesir Ikutilah Syariat Allah dengan Memilih Raja



Wahai Ulama Mesir Ikutilah Syariat Allah dengan Memilih Raja
Sultanul Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
2 Juni 2012 - Lefke Cyprus


 Dastur Yaa Sahibuz Zaman Sayyidina Mahdi as, Madad Yaa RijalAllah, Assalamu alaykum. Wahai mukmin dan muslim, Alhamdulillah Allah swt memberikan kita kesempatan untuk berada di Bulan Rajab yang diberkahi, Rajab adalah bulannya Allah.

Wahai muslim dan khususnya rakyat Mesir, semoga Allah menjaga kita dari Fitnah dan Korupsi. Mesir adalah negara yang dilindungi sejak jaman Nabi Muhammad saw, maka beruntunglah kalian. Dimasa masa lalu kalian telah mempertahankan dan berjuang untuk islam dari serangan orang-orang kafir dan orang tak beriman.

Sampai tahun 1952, mereka mempertahankan Syariah dan memuliakannya. Tetapi setelah itu mereka membuang Raja mereka King Farouk, kemudian mereka orang-orangnya setan membohongi rakyat dan kemudian mereka mengikuti cara setan dan mengikuti mereka yang menolak hukum Allah. Mereka melakukan revolusi dengan dukungan orang-orangnya setan yang memusuhi Islam dan membawa sistem setan dalam pemerintahan yang baru. Dan mereka membawa janji-janji palsu.

Wahai rakyat Mesir, dahulu kalian merupakan muslim yang dihormati dengan Ulama dan Raja kalian. Semoga dibulan Rajab ini, Allah swt mengkoreksi langkah kalian yang salah yang menyebabkan kalian terjatuh dalam berbagai masalah, dan semoga kalian dapat kembali menerapkan hukum Syariat Allah yang memiliki Kekuatan Ilahiah.


Wahai Rakyat Mesir, kami mengingatkan kalian, "wadzakkir fa-inna aldzdzikraa tanfa'u almuminiina". "Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman". Sangat penting untuk mengingatkan.

Sudah lebih setahun ini terjadi kerusuhan dan setan menanamkan benih kekufuran dinegeri kalian, dan sampai sekarang masih menanamkan racun itu dan membuat umat muslim terpecah-pecah. Nabi saw berkata bahwa umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, seluruhnya akan dineraka kecuali satu golongan. "Siapakah mereka Ya RasulAllah?", tanya para sahabat. Mereka adalah yang mengikuti sunahku dan mengikuti jalannya para sahabat, yaitu orang-orang yang bersamaku dan bersama para sahabatku. Dan ini sudah jelas.


Tetapi lihatlah sampai bulan Rajab ini, rakyat Mesir saling berkelahi, berperang satu sama lain untuk menunjuk Presiden yang baru melalui pemilihan umum.


Insipirasi Ilahiah datang kedalam hatiku, apakah sistem presidensial ini datang dari Allah? Apakah Allah menyuruh kalian untuk melakukan pemilihan umum untuk memilih Presiden? Mengapa kalian tidak mengembalikan Raja kalian untuk pemimpin kalian? Allah Azza wa jalla adalah Sultan dari para Sultan. Apakah Sultan itu dipilih? Darimana kalian membawa sistem presidensial ini? Malulah kepada kalian wahai para Ulama Mesir yang mendukung sistem ini. Sistem ini tidak akan pernah berhasil.

Mereka harus membawa Raja mereka kembali untuk memerintah, dan ini adalah merupakan perintah Allah swt. Dan perintah ini sudah cukup jelas. Jika sistem pemilu untuk menunjuk presiden berasal dari surga, maka kami akan mengikuti. Tetapi di surga hanya ada Sultan dan Sultan bukanlah presiden yang dipilih melalui Pemilihan Umum. Sistem pemilu ini merupakan sistem terburuk yang dibawa oleh orang kafir yang tidak memiliki iman.


Wahai Ulama dan rakyat Mesir, malulah kalian pada dirimu, dan aib akan menimpa kalian wahai Ulama dan rakyat Mesir. karena Ulamanya tidak pernah menjelaskan perintah surgawi ini. Sistem surgawi adalah adanya Sultan untuk surga dan bumi, bagaimana kalian dapat membawa sistem presidensial ini dan berargumentasi?

Maka aib bagimu wahai rakyat Mesir. Bukan hanya sekali, tetapi 70 aib akan menimpa kepadamu. Maka kembalilah kepada Syariat Allah, Hukum Allah swt, artinya kalian harus membawa kembali Sultan kalian, raja kalian untuk menegakkan Syariat Allah.

Para Raja dan Pemimpin haruslah berasal dari Syarif kepada Syarif (Sultan Keturunan Rasulullah saw), dan Raja Abdullah II dari Jordan adalah Raja terakhir keturunan Rasulullah saw, maka menjadi kewajiban bagi umat muslim untuk mengikutinya dan memberikan bayat kalian kepadanya dan mendukungnya, karena dia akan membawa bendera Islam sampai kedatangan Sayidina Mahdi as.

Wahai Ulama Mesir, bahasa arab saya sangat sedikit, tetapi dari penjelasan ini kalian akan dapat memahaminya. Dan saya yang lemah dan fakir ini mengingatkan kalian dimana Allah swt berkata,"Wa dzakkir fa inna adz dzikra". Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Jika yang saya katakan ini tidak benar, maka biarlah hukuman Allah menimpa saya. Jika yang saya katakan benar, maka biarlah Allah dan Nabi saw memberikan kami ganjaran pahalanya.

Wahai Ulama Mesir, tinggalkan jalan yang salah, dan janganlah kalian berpecah-pecahan dalam berbagai partai. Allah swt mengingatkan kalian,"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS 3:103).


Dan bagaimana bisa, kalian sekarang berpecahan dengan begitu banyak partai di Mesir? Apakah kalian tidak memilki agama, iman dan kehormatan lagi dalam islam? Bagaimana kalian dapat menerima hal seperti ini?  Bagaimana kalian dapat menolak hukum dan perintah Allah swt? Ketika Allah berfirman,"Dan janganlah kamu bercerai berai". Jika kalian tidak mengikuti perintah ini, maka Allah swt akan memberikanmu pelajaran hukuman kepadamu yang belum diberikan sebelumnya".


Kata-kata ini diinspirasikan kedalam hatiku, hamba yang lemah ini dan kalian para Ulama, kalian lebih mengerti. Maka dukacita yang dalam bagi Ulama yang melawan perintah Allah". Maka hukuman terburuk akan menimpa kalian wahai para Ulama, dihari penghakiman kelak.

Wahai Ulama, jagalah kehormatan kalian dan katakan yang benar itu benar. Dan kembalilah kepada Syariat Allah dan tinggalkan pemilihan umum untuk memilih presiden. Wahai Ulama Mesir, aku memperingat kan kalian, ambillah tindak pencegahan.

"Inna bathsya rabbika lasyadiidun".
Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras. (QS Al Buruuj ayat 12).


Allah memberikan pelajaran kepada kalian, dan jika kalian tidak mematuhiNya, maka tidak seorangpun yang tersisa tanpa hukumanNya. Dan hukuman Allah sudah sangat dekat. Wahai rakyat Mesir, janganlah tertipu oleh mereka yang tidak memegang hukum Allah, orang yang tidak beriman dan mereka adalah manusia terburuk. Mereka tidak menginginkan Islam.

Wahai rakyat Mesir, waktunya sudah dekat kedatangan Sayidina Mahdi as untuk muncul dengan kekuatan Islam. Dan pembalasannya sangatlah keras karena pembalasan ini datang dari Allah Yang Maha Perkasa. Semoga Allah memberikan taufik kepada kalian, saya adalah hamba yang lemah, dan saya begitu lelah.


"Yaa Allah ampuni kami, angkatlah beban dari kami semua, kirimkan kami Raja, sehingga kami dapat berperang didalam jalanMu. Wahai Tuhan kami, Yaa Robbana, dukacita yang dalam bagi mereka yang tak mau mendengar perintahMu. Yaa Robbana, Taubat Yaa Robbi.


Yaa Nujaba, Yaa Nuqaba, Yaa Budala Mesir, wahai muslim Mesir, Yaa RijalAllah, kami mohon perlindunganmu dari orang-orang yang buruk, selamatkan kami dari keburukan mereka, ampuni kami Yaa Allah, berkahilah kami, Yaa Robbana.


Yaa Sayyidal Awalin wal Akhirin, Yaa HabibAllah, Yaa RasulAllah, berikanlah kami kekuatan untuk kembali kejalanmu, kirimkan kepada kami Yaa RasulAllah, seseorang yang dapat mengatur seluruh hukummu, yang dapat menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Kirimkan kepada kami, Imam Mahdi as, Sultan yang Adil".

Jangan kalian katakan bahwa ini sesuatu yang tidak ada dasarnya. Yaa Robbana, jangan biarkan seseorangpun melawan kata-kata ini.

Bahasa arabku sangat sedikit, tetapi mereka yang memahami akan memahami, dan mereka yang mendengarkan dapat mengkoreksinya untuk disampaikan kepada seluruh umat muslim. Semoga Allah membalas mereka dengan seluruh kebaikan dan khususnya kepada Syaikh Al-Azhar Syarif, dan seluruh ulama. Kami mencium tangan mereka dan bahkan kaki mereka, karena mereka adalah orang alim yang memiliki banyak ilmu pengetahuan, dan mereka diberikan kehormatan dan dimuliakan. Taubat Yaa Rabbi. Fatiha.


Seluruh sistem republik akan berakhir, akan habis. Dan pemerintahan akan dikembalikan dalam sistem kerajaan, dalam sistem kesultanan. Dengan izin Allah, dengan perintah Allah, maka tidak ada kekuatan yang lain yang dapat mengembalikan pemerintahan ini kepada sistem sebelumnya. Dan ini akan terjadi diseluruh negara-negara Islam.

Dan dukungan Allah swt sekarang berada ditangan Raja Abdullah II dari Jordan yang merupakan keturunan Nabi Muhammad saw, dan kami memberikan bayat kami dan dukungan kami kepadanya. Karena dia mewakili keluarga Nabi (saw) pada zaman ini. Dan zaman ini adalah zamannya Sayidina Mahdi (as).


Semoga Allah swt memberikan Raja Abdullah kekuatan, kemulian dan kehormatan. Karena dia membawa tanggung jawab yang besar. Semoga Allah mendukungnya, demi kehormatan Nabi (saw). Berikanlah dukungan kalian kepadanya dan ambillah bayat kepadanya. Dan siapapun yang tidak berbayat kepadanya, maka mereka berbayat kepada setan dan pengikutnya. Maka kesedihan bagi mereka.

Aku mengingatkan kalian, fadzkuruni adzkurkum, "Ingatlah Aku maka Aku akan mengingatmu". (QS 2:152).

Wahai Ulama, Sultan didunia ini Allah busanai dengan busanaNya dan Nabi saw adalah Sultan untuk seluruh dunia ini. Kembalilah kepada jalannya dan dengarkan dia, maka kalian akan diselamatkan dan diberi kehormatan didunia ini dan di akhirat kelak. Allah akan membusanai kalian dengan pakaian kemuliaan dan kehormatan didunia dan di akhirat. Hunus pedangmu kepada mereka yang tidak beriman yang melawan muslim. Fatihah.


Marhaban Wahai Penduduk Mesir, jangan kalian marah dan kecewa kepadaku. Ingatlah pembalasan Allah, hukuman dan azab Allah sangat keras. Perangilah egomu dan hawa nafsu burukmu. Wahai ulama, apakah kalian mengerti? Masya Allah, saya bahagia kepada penduduk Mesir yang menerima nasehatku, dan mereka yang tidak menerima nasehat ini, maka mereka tidak akan hidup sampai dibulan Ramadan. Ini adalah peringatan untuk mereka. Fatihah.Hati saya sangat penuh meskipun kondisi fisik saya sangat lemah.


Wahai penduduk Mesir, ayahku juga berasal dari Mesir. berasal dari keturunan Yusuf Pasha Surughi, dia adalah kakekku berasal dari Alexandria. Saya merasa terhormat menjadi penduduk Mesir, karena mereka adalah ulama yang memiliki ilmu pengetahuan, memiliki martabat dan kekuatan dan mereka memilki semangat yang kuat.


Allah memilih Sayidina Yusuf (as) untuk menjadi Raja mereka, bukan sebagai presiden. Maka kalian seharusnya merasa malu untuk menunjuk presiden. Sayidina Yusuf as, melakukan yang terbaik untuk rakyat Mesir dizaman Firaun. Wahai rakyat Mesir, bangunlah kalian.


Wahai Ulama bangunlah kalian, jika tidak, maka dukacita yang dalam akan menimpamu wahai Ulama. Negara terbaik adalah Mesir, dan aku mencintai Ahlul Mesir. Masya Allah, karena mereka memiliki kehormatan, kedermawanan, keberanian dan kebangsawanan. Dan kebaikan bagi mereka yang menerimanya dan berjuang mempertahan kan kebenaran. Dan berjuanglah dijalan yang Haqq, dan jangan membela jalan yang salah. Naudzubillah.

Semoga Allah memberikan kemenangan bagi Rakyat Mesir. jangan bersedih dan kecewa kepadaku. Karena saya hanyalah hambaNya yang lemah. Tetapi tak ada yang mengetahui kekuatan apa yang dimilki hamba yang memiliki kedekatan denganNya.


Semua pesan ini, bukanlah berasal dari kata-kataku. Sampaikan deklarasi ini untuk seluruh muslim, seluruh hambaNya dari Timur ke Barat. SubhanAllah, SultanAllah. Dukunglah kami wahai RijalAllah. Dukunglah kami wahai Sahibuz Zaman Sayidina Mahdi (as). Fatiha.

Semoga Allah memberikan ganjaran terbaik kepada kalian. Saya akan salat syukur 2 rakaat untuk berterima kasih kepada Allah swt atas pesan ini. Semoga Allah swt menerima doa kami dan menjaga kita semua dari kejahatan setan, dan senantiasa berada dalam perlindunganNya. Semoga Allah melindungi kita dari azab akhirat. Fatiha.

Wa min Allah at Tawfiq

Raja Ashman Shah qs di dalam Maqam 40 Wali Tinggi (Arbain)

Jumat, 04 Mei 2012



Raja Ashman Shah qs di Dalam Makam 40 Wali Tinggi (Wali Arbain)
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
1 Mei 2012 – Lefke Cyprus



Audzubillahi minas syaithanir rajim, Bismillahir Rahmaanir Rahim

Ketika Raja Asman meninggal dunia, (Semoga Allah merahmati ruhnya), kesehatan Mawlana Syaikh Nazim qs sangat tidak stabil sehinga kami tidak menginformasikan kepadanya tentang wafatnya Raja Ashman Shah qs yang merupakan berita yang sangat sedih.  Hari ini ketika Syaikh Bahaudin menceritakan kepada ayahnya (Mawlana Syaikh Nazim qs) untuk mendapatkan berkah dari Raja Asman Shah qs yang merupakan Wali Arbain (40 Wali Tinggi), tetapi sebelum Syaikh Bahaudin menceritakan hal tersebut Mawlana Syaikh Nazim qs lebih dahulu mengungkapkan Maqom (Tingkatan Spiritual) Raja Ashman dimana beliau, Raja Ashman terlihat berada di Sham (Damaskus).

Mereka mengatakan bahwa tubuh Raja Ashman tidak ada di Malaysia tetapi telah dipindahkan ke Sham (Damaskus). Dan mereka melihatnya di Sham (Damaskus). Raja Asman qs, posisi spiritualnya adalah bagaikan Naga, katakan apa yang kukatakan ini dengan detail kepada Sultan dan Ratu, Bapak dan Ibunya. Dia (Raja Ashman Shah) adalah bagian dari kami, dan  dia akan bersama Sayidina Mahdi  as. Karena maqom belaiu adalah salah seorang dari Wali Arbain (Wali 40). Saya belum pernah mengatakan hal ini kepadamu Bahaudin.

Katakan kepada mereka bahwa mereka akan melihatnya kembali bersama kedatangan Sayidina Mahdi as, dan kau diperkenankan untuk ke Malaysia untuk menceritakan kepada mereka. Mereka, para Ahlul Ghayb telah membawanya dari Temong Perak, saya mengetahui tempatnya dimakamkan dilembah diantara hutan, saya mengetahuinya. Saya menyadari ketika kau mengatakan kepadaku saat lalu bahwa akan pergi jauh selama 1-2 hari. Maka segera saya mengirimkan salam kepadanya dan bertanya apa yang terjadi. Dan saya menyelidiki untuk mengetahui apakah yang terjadi. Dan Raja Ashman berkata, bahwa kerajaan ini jauh lebih besar dan lebih mulia dari kerajaan kami. Dia Raja Ashman akan datang kembali bersama Sahibul Zaman Sayidina Mahdi as.Dia meninggal begitu saja dengan cepat tanpa apapun. Spiritualnya bagaikan Naga.

Syaikh Bahaudin : Bagaimana kalau dia diberikan gelar Sultan Qulub, Sultan of The Heart.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Baik, ok. Dia adalah orang yang rendah hati semenjak saya berjumpa pertama kali dengannya ketika ia datang kepadaku di London. Saya melihat kepadanya, dan saya duduk dikursi seperti ini, sedangkan dia duduk dilantai. Mereka berkata kepadaku, ”Yaa Mawlana, tahukah engkau siapa dia?”. Dan aku balik bertanya kepada mereka,”Siapakah dia?”.  Mereka mengatakan bahwa dia adalah putra Sultan, Yang Dipertuan Agong Malaysia. Dan aku berkata, bagaimana kalian membiarkan seorang anak Sultan duduk di lantai seperti itu, malulah kalian, cepat berikan dia tempat duduk”.  Dan mereka memberikan kursi kepadanya.

Dia (Raja Ashman qs) bukanlah orang biasa. Dia sekarang mengawasi dari Timur Jauh (Syam). Mereka mengatakan bahwa mereka melihatnya berada di Syam. Bagaimana dia tidak berada disana bahkan jika dia mau, dia dapat melangkah dengan satu langkah dan terlihat di Malaysia, tetapi hal ini akan menimbulkan kegemparan disana.  Oleh karena itu tidak diijinkan baginya untuk berada di Malaysia. Sekarang dia bersama Sayidina Mahdi as. Maka mereka tidak perlu khawatir. Dia bersama 40 Wali Besar (Arbain). Huuuuu… dia dapat mencapainya, dia orang yang suci.

Seseorang membisikkan ketelingaku, dan bukan aku tidak memberikan perhatian terhadap hal ini, aku hanya tidak memberitahumu. Ketika kau katakan dahulu bahwa kau akan pergi ketempat yang jauh (melayat ke Malaysia) untuk beberapa hari. Maka saya tidak mengatakan apapun. Meskipun demikian, hanya ada tiga orang yang dapat melihatku berada  di Temong, Perak Malaysia saat pemakamannya, dan mereka menghormatiku dan mencintaiku. Raja Asman melihatku, dia berasal dari keturunan Raja-Raja. Dia dapat menjadi Sultan disana tetapi dia tidak tertarik dengan hal itu.

Dan disini (secara spiritual) tidak ada yang dinamakan kematian. Para Ahlul Ghaib, yang tak terlihat telah membawanya dari sana, katakan kepada Sultan agar dia tidak perlu takut dan khawatir.  Jika dia tidak takut aku dapat mengirimkannya kembali disampingnya. Tanya kepada Sultan, apakah aku perlu mengirimkannya kembali disampingnya? Katakan kepadanya untuk tidak perlu khawatir sama sekali.

Syaikh Bahaudin : Sultan telah berniat dan memutuskan bersama Raja Muda, untuk tetap menjaga tariqat Naqshbandi disana. Dan mereka mendeklarasikan bahwa Tariqah Naqshbandi adalah Tarikahnya Kesultanan Perak, baik secara spiritual maupun material.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Ini sangat Ajaib, ini berkah dari kekuatan Raja Ashman qs.

Syaikh Bahaudin : Mereka berharap mudah-mudahan Mawlana dapat datang kesana dan kami tetap melanjutkan untuk mengembangkan Tariqah ini kata mereka.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Katakan kepada Sultan dan Raja Muda bahwa mereka adalah keturunan dari darah yang suci Baginda Nabi saw, mereka berasal dari Sulala at-Tahira, Ahlul Bayt. Tetapi ibunya banyak menangis.

Syaikh Bahaudin : Saya mengatakan kepada Permaisuri Ratu agar berdzikir Subhanim Allah, Sultanim Allah Nabim Muhammad Alayhi Salam. Dan Ratu mengatakan betapa indahnya dan melodinya terdengar sangat manis. Dan kemudian beliau merasa lebih gembira.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Begitu banyak rahasia disana, tetapi siapa yang dapat mengetahui rahasia ini. Seseorang mengatakan bahwa mereka melihatnya (Raja Ashman Shah ) berada di Sham (Damaskus), karena ada sesuatu yang harus dikerjakan disana sehingga dia berada disana. Saya duduk di sini dengan usia tua, dan apakah yang masih dapat saya kerjakan?

Mereka bertanya kepada saya, apakah yang dapat kau kerjakan Syaikh?. Dan aku mengatakan kepada mereka bahwa aku hanya bisa memarahi mereka yang datang kesini dan pergi. Saya bertanya kepada mereka darimana kau dapat ijin masuk kesini. Dari Bahaudin, kata mereka. Bahaudin pergilah kau ke Malysia, dan berikan kepada Ibu Permaisuri tasbih panjang ini, (500 butir tasbih berwarna hijau). Agar dapat mengalihkan kesedihannya dan tasbih ini sangat indah,

Syaikh Bahaudin : Insya Allah Raja Alina akan datang mengunjungimu disini.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Bagaimana kabar istrinya (Raja Ashman) dan anak-anaknya?

Syaikh Bahaudin : Alhamdulillah mereka baik dan sangat sabar.


Mawlana Syaikh Nazim qs : Katakan kepadanya bahwa dia akan dapat melihatnya kembali bersama datangnya Sahibul Waqt, Sayidina Mahdi as. Dan Raja Ashman dia berada diantara para Raja. Oleh karena itu ketika Sultan Abdullah II dari Jordan muncul, maka Raja Ashman akan bersamanya dan menaklukan setiap wilayah satu persatu. Banyak peristiwa yang akan terjadi tetapi tidak ada yang menaruh perhatian.

Dan saya hanya dapat duduk disini dan menyumpahi setiap yang datang dan pergi. Akan ada banyak perubahan yang terjadi dan Raja Ashman adalah penjaga di Timur Jauh. Apakah Sultan Brunei datang saat pemakaman Raja Asman Shah?

Syaikh Bahaudin : Dia tidak datang karena Raja Ashman langsung dimakamkan tanpa menunggu apapun.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Karena mereka Ahlul Gaib dengan segera mengambilnya dan memindahkannya (ke Syam).

Syaikh Bahaudin : Ratu mengatakan bahwa selama 25 tahun saya tidak menyadari apa yang telah dikerjakan anakku (Raja Ashman) dan baru kemarin aku menyadarinya bahwa banyak sekali kemajuan dan pekerjaan besar yang telah dia kerjakan selama masa hidupnya.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Ibunya sangat kuat
Syaikh Bahaudin : Sultan juga sangat kuat. Dan saudaranya mengatakan bahkan Sultan terlihat lebih segar.

Mawlana Syaikh Nazim qs : Ketika Allah mengambilnya, maka kemudian dia memberikan Sultan kekuatan dari kekuatannya (Raja Ashman).

Syaikh Bahaudin : Hanya Raja Muda yang sangat bersedih


Mawlana Syaikh Nazim qs : Katakan kepadanya untuk tidak takut. Tidak ada yang akan menyakitinya. Alhamdulillah wa kafa. Ketika dia meninggal, maka Ahlul Gaib langsung mengambilnya. Tidak ada yang dinamakan kematian. Dan katakan kepada mereka bahwa mereka akan dapat melihatnya ketika Sayidina Mahdi as datang. Dia akan memperkenalkan diri dan identitas dirinya. Daulat Tuanku, inilah Kesultanan yang sejati.

Raja Ashman mendapatkan kekuatan yang sejati saat ini. Alhamdulillah. Dia sangat kuat, dan kekuatannya sangat ajaib. Mereka adalah orang-orang pilihan yang terpilih. Mereka berkumpul bersama. Berikan Fatiha untuk posisi spiritualnya. Ini adalah sebuah tanda akan datangnya banyak perubahan ketika dia mengambilnya. Bahaudin, ajarkan aku menari dan aku merasakan perasaan yang ajaib. Semoga Allah mengampuniku.   

Wa min Allah at Tawfiq



Sumber : www.sufilive.com
Translate by Sh. Arief Hamdani

King Abdullah II, The Throne of Shams

Selasa, 10 April 2012



King Abdullah II, The Throne of Shams
oleh Sultanul Awliya Mawlalana Shaykh Nazim Adil Al-Haqqani qs
8 April 2012 – Lefke Cyprus


Madad Ya Rijal Allah. Madad Ya 'ibad Allah al salihin. Madad Ya Budala' Al Sham Budala, nujaba, nuqaba, & akhiyar and the Saints of Egypt... akhiyar from East to West. This is an address for the whole world. But it is an address especially for the Nation of Muhammad (saws). And it is especially for the Shaykhs of the distinguished Tariqats. And it is especially for the Muslim scholars that are existing in our time now, in the world from East to West.

I am a weak servant and I am hoping that the Lord forgives me and I am hoping for the Prophet's (saws) intercession on Judgement Day. I do not need anything anymore from this world. Like our honourable Masters have taught us, this world is a carcass - the dogs want it. A carcass! But Allah (swt) honoured His servants with something that if they do not use it for His (swt) sake, they will become a carcass. We must be careful in order not to be like those people who are asking for this world. To ask for this world is the most evil thing on the face of the earth. Those who ask for this world are the most evil of people because all the Prophets (as) came to encourage the servants of Allah (swt) to seek the pleasure of Allah (jwa) and to seek Eternal life. Eternal Sarmadi! Ignorant are the ones who ask for this temporary, worldly life that has no value.

This is what the Prophets (as) asked for, and especially the request of Sayyidina Rasulullah, Prophet of the end of times, Beloved of The Most Merciful-Al Rahman - Sayyidina Muhammad (saws). Salam alaykum, Shaykh Hisham Effendi, scholar in this period of time and among the respected Shaykhs existing on the face of the earth. I became inspired to address to the whole world. We are living in a time in which all the people, people are asking for this world. Just like in another time, when someone was asked to ascend the pulpit of a Mosque in Sham, although he was not authorized for this position, and began a khutba by saying "O people, you are filthy ones your Imam is Abbas!" They attacked him, hit him & kicked him out. But it turned out that this man conveyed the situation of the world to the people. Anjas, means something worse than just filthy, and the world is filthiness.

Who asks for this world, this carcass - this is what the Prophet (saws) says - who asks for it are dogs. Naudhu Billah. In our time now, the least possible of things is to be free from asking for this world. But people are working.. all the people want to collect from this world. But this world is for this world. If you do not do goodness for the favours that Allah(swt) bestowed on you, that is filthiness. The value of this world is for the sake of Allah (swt) and on Judgment Day He Will ask "O My servant, what have you brought?"

"I have brought the treasures of the world." "I did not ask from the measurement of the world, I am asking you from the measurement of good deeds you did in the world with the treasures of the world." "What did you bring as good deeds?" And people now are busy with collecting from this world and they do not spend. It is the attribute of the Jews. They collect for themselves and put away for themselves and they do not bring it out to show the signs of Allah (swt), to stand up for Shariat Allah and for good deeds. This is an opportunity for them but they do not make use of it. This is the preface of this address as they say- our grand Shaykhs say, our honourable Masters. Our Way is in association and goodness is in the gathering.

This was an introduction, now we come to the point, a very sensitive point, around the necks of the scholars living in this period of time. They have forgotten to act with it. What is it? O scholars! Or doctors! You have forgotten the Hereafter, you have forgotten your Lord. You have taken shaytan as your supporter. You have taken the filthiness of this world. This is their earned share of shamefulness. Astaghfirullah. The servant's earnings in this world. This world is a carcass. And now, O servants of the Lord, I am addressing you O scholars of Islam from East to West.

Since... since I have been inspired & ordered to announce to you, whether you accept or you do not accept, it does not concern me. O servants of the Lord, in what period of time are we living? In which era? We are living in the time of tyrants. Tyrants who do not act, they do not act with the powerful Shariat of Allah (swt) but act instead upon the desires of their egos and they oppress people. They kill them & they dishonour them and they go beyond their limits. And they violate the rights of the servants of the Lord. They collect the treasures of this world and they do not give to people. Tyrants! Tyrant people. This address is for the tyrants of nowadays."Inna Fi´ha Qawman Jabbarina" (5:22) Allah (awj) shows everything.

We are living now in the time of the tyrants. It is known that tyrants do not act with the powerful Shariat, but they act according to the desires of their egos and rule with their anger, as if their anger descended from Heavens onto the face of the earth & people are following them. Leaving the safe way they follow them. These tyrants first appeared during the Ottoman empire. Secondly, when the Ottoman empire was declining. And there were maybe about 50 countries in the world remaining to the Ottoman kings. We are now living, but our Prophet (saws) gave us good tidings, that this period of time also has a limit. Limit - it must come to a limit & finish.

And maybe the 20th Century was fully the century of the tyrants. And up to this part of the 21st Century. What do we need now, O scholars? Because these tyrants, first of all they attacked the Maqam or the center of the Islamic Khilafa - where the Khalifas used to be. They attacked every place that represented Islam. Now we come to an important point, pay attention.

O scholars! The Caliphate is on the Shariat of Allah (swt). The Caliphate keeps the Shariat of Allah (swt). Without the Khalifa, there cannot be any country that maintains the powerful Shariat of Allah (swt). And you know this O scholars, you claim to be scholars. In which time? In the time of tyrants. What have you done? They say "we have not done anything". "For what reason?" "Because they took all the power from our hands, and left us on our own. We have nothing. They rule and we are under their ruling. They became rulers & we became under their ruling. We used to rule and they were ruled by us. Today they are rulers and we are ruled. It is like this." The message of the Prophet (saws) reached at that time, a handful of people in Anatolia in Turkey. They gathered and said "we are going to abolish the Sultanate & with it we will abolish the Caliph."

This is not for them. This is not for them! May Allah's (swt) curse be on them. This is not for them. And same for all the states who left the orders and did like that. In the new state in Turkey, a handful of people abolished the Sultanate and with it they abolished the Khilafa? O scholars, with what right did these tyrant people abolish the Khilafa? Did they have this power and this authority? Why don't you look at this? You write books & books and you claim to be doctors. You have no value! This time in which we are, is the worst time. Muslims are killing each other. They have dishonoured Islam, in every way. And also the Muslims they turned them from being Muslims to being the most humiliated. The tyrants became the highest level of people and the Muslims the most humiliated. Not even one word from the Muslims was said against those tyrants.

O scholars, between East and West, I am a weak servant, but by order of Al Haqq (swt) - as He (swt) says "Wa Dhakkir, Fa'inna Adh-Dhikra’ Tanfa`u Al-Mu'uminina"(51:55) Is it not like this? Sadaqa Allahu Al Azim. "And Remind.." Why are you not reminding about the matter of Khilafa? Why did you accept to abolish totally the station of Khilafa? A handful of people, how did you accept this O scholars of India? Scholars of Arabic countries, scholars of Egypt, Libya, West Africa and all Arab countries, why did you accept? With what right you did not protect that station, that Throne?

There is no higher station than the station of Khilafa in this world! The honour of all the Kings is for the reason that they carry the Islamic Khilafa. No one raised his hand to protect the banner of Islam. Where are you scholars! And the people... a handful of people killing the Muslims from East to West, and you said nothing. Who keeps quiet about the truth is a silent shaytan. And now, I am calling you O scholars! You witnessed a man, who is a descendent of the Prophet (saws), who raised the banner of the Prophet (saws), removed. The Khalifa of Allah (swt) - the station of Khilafa & Sultan was for him. We have reached such a period of time.

And now we have searched for who has the right to the station of Khilafa in our days. The first condition is that he is a Khalifa from the descendents of the Prophet (saws). We looked from the East to the West of the world and we have not found except from the children of the Prophet (saws). They are a handful people in the Kingdom of Amman- Jordan. They have been imprisoned there, and all the rich Arabs with all their power and treasures they never supported the children/descendents of the Prophet (saws) with anything. They have everything but have never supported him. They shall see! And now our duty... our duty is to look for a living Khalifa. We find him fit for this matter in the Kingdom that is in Amman-Jordan. Jordan, there are a handful of people from the household of the Prophet (saws) who are ruling and they have cut them out and left them in the middle of the desert so they cannot move.

This is a shameful act of the Arabs, shame on them, the Wrath of Allah (swt) is upon them! And you scholars I am addressing you, it is our duty to take.. and to look for who has the right to carry the banner of Khilafa, only a descendent of the Prophet (saws). Look from East to West and you will only find them in the land, the desert land of Amman. The Ahl Al Bayt, they are left there and they cut them out so they cannot move. Shame on the scholars! Who left them alone, oppressed, broken & deprived. And now it is a duty, O scholars, to ask you for a fatwa- legal opinion: Is it a duty & a right to look for a Khalifa or not? The first thing for the whole Islamic world, I am asking them. If he says "it is not necessary." Who says this is not from the Muslim people and should be exiled & considered from among the tyrants.

And now what is left is a handful of people from the household of the Prophet (saws) coming from the last of the Sharifs-Honoured ones. Sharifs of Mecca, Sharif Hussain, may Allah bless his soul. They tricked him till he stood up against the Muslim Khilafa of the Ottoman Empire. And they promised him lies. They told him "we shall make you, O Sharif Hussain, a King for all the Arabs, but this was deception and lies. And when those tyrants who are following the Jews take their orders and all their teachings from the Jews. They deceived Sharif Hussain and exiled him and chained him.

At that time I was young, 10 years old. I saw him here in Nicosia, in a simple house. They exiled him, may Allah (swt) bless his soul. With my father we used to go and kiss his hand, because my father at that time was working for the Islamic Waqf here in Cyprus. And we were offering every service and respect for Sharif Hussain. And when he passed away they came to take him to the Holy Land Jerusalem). This is very well known to the people with knowledge, but they do not know anything about this topic. I would like to open for them a way that they may seek a Khalifa otherwise we will be destroyed from East to West with weapons from countries that are non-Muslim, whose aim is to control the whole world from East to West. And most of them want to put Islam down and put themselves up.

But Allah (swt) says" Haqq stand high & nothing stands higher". Islam is the Highest! O scholars listen! I want from you a fatwa - legal opinion, about what we should do? I am a weak servant, I want that we take a Khalifa from Ahlul Bayt of the Prophet (saws) who is living now. And you know what has happened in the blessed Lands of Sham. "The best houses for the Muslims, said our Prophet (saws), are in the land of Sham, " In the land called Damascus. The best Muslim houses are there.

The people gather there. And now the right for Khilafa & the Islamic Sultanate is for his Highness King Abdullah. His name is Abdullah, Allah (swt) has dressed him with a dress of such glory that everything else becomes as nothing in front in front of it. May Allah (swt) support him. And now O scholars I am asking from you to support him, to support him now. He is now waiting for you to grant your support to him. O scholars you have seen or you have heard how far they have gone, the enemies of Islam and the Muslims in the land of Sham.

And now in an area of Syria they are cut off and all those who are against Islam have retreated to the North side of the land of Syria. They have left Damascus, the city honoured by Allah (swt), empty with no one to govern it, with no King to protect them. And now we are asking to grant eveything to the one who has the right, the authority to it. Sham is empty. I want the scholars to give a fatwa- legal opinion from East to West: that the most deserving and the one with the right to carry the Muslim Khilafa from Rasulullah (saws) is King Abdullah from Amman/Jordan.

May Allah support him. Support him. If you do not support him Allah's (swt) Wrath will come upon you till you perish. And now I am asking from everyone who can issue a fatwa- legal opinion to proclaim that the one who deserves to be a Khalifa is his Majesty, King Abdullah. Allah (swt) supports him and the angels support him. If you do not support him not one of you will reach the time of Mahdi (as) and just before he comes you will pass away and be burried either in the Muslims graveyard or with the worst of the unbelievers. And now this declaration is an announcement from a weak servant, not like you scholars, but we have inspirations.

If we get inspirations or not - ask the people who have knowledge of certainty. Ask them them if my words are right or not. If they say it is true, they will be saved. But those who deny will perish. And now there are troops in Jordan carrying the banner. It is the banner of the Prophet (saws). The second banner carries the name of Mahdi (as), Sahib Al Zaman. Do you accept? We do.

If you do not give a fatwa that the most fit, the most beneficial, and the best for the ummah as Khilafa, is the lion of Allah (swt), King Abdullah of Amman/Jordan. Andhe has been promised to have the Land of Sham, the land of Hijaz, the land of Baghdad/Iraq. All the Muslim countries should be under his command until Mahdi (as) comes to give him the Holy Relics. He will go with him to Istambul to give him the Holy Relics. I did not read this declaration from a book. But it is from the men of Allah (swt). Since the men of Allah (swt) they have dressed me with the power to give declarations to the whole world while I am the weakest of servants, the weakest of servants, may Allah (swt) forgive us.

May Allah (swt) forgive us. We want nothing but goodness. We want to leave all the badness. We want goodness & who will raise the banner of Islam, the flag of Haqq, the flag of Heavens on the face of the earth. This is our aim - nothing else. O Shaykh Hisham, I request from you also and all who can issue a fatwa to say that this declaration is correct and that the right to the Khilafate belongs to the lion, his Majesty King Abdullah who is from the household of the Prophet (saws), in Jordan. This is our declaration. I am asking that this fatwa be issued from every scholar who can issue one to support our declaration. So they may give the due right - "give to everyone their due rights" (Hadith).

These are words of the Prophet. Otherwise Allah's (swt) Wrath will be on them. His majesty is ready, with two flags: one of the Prophet (saws) and the second one is of Sahib Al Zaman, al Mahdi (as). He will enter Damascus in spite of their opposition. Then his Kingdom will expand fromEast to West in the Muslim world and these dishonoured ones, humiliated ones, will be exiled. They will escape or they will die. Only the banner of the Prophet (saws) will remain together with the banner of Sayidina Al Mahdi (as). He is not al Mahdi (as), King Abdullah, no.

Al Mahdi (as) is coming. Al Mahdi (as) is coming. Al Mahdi (as) is in the land of Hijaz. He is there, his family knows him and besides his family, no one knows him. And we are asking to meet him, to kiss his feet & take bayat with him. 60 years ago I took bayat with him, O Shaykh Hisham. 60 years ago I gave him bayat, together with my Master Mawlana Sultan Al Awliya' Abdullah Al Daghastani. I wrote this letter to his grandfather Amir Abdullah to keep his position. If you do not keep the position of his great grandchildren, Abdullah the II, this Abdullah, the holder of the sword!

O King do not fear, walk and Allah (swt) is with you and the armies of Heaven are with you. Do not fear, make your move. Place on your head the Islamic turban, the honour of Islam, and walk. The land will open for you. It is open for you and wherever you direct yourself you shall be victorious. And Allah (swt) is with you & is with the patient ones, with the good servants of Allah (swt). Ya Rabbi grant us safety in this time. Allah (jwa) emptied the land of Sham for him to rule. He will enter into the land of Sham.

I am asking a fatwa from all the scholars who can issue one, that King Abdullah is the righteous one for Khilafa in Sham now. Then he will go to Istambul, Asitana, to receive the Holy Relics of the Prophet (sas),his greatest grandfather. And Allah (swt) is Witness upon what what we have said. Ya Rabbi forgive us, and grant us from Your Guidance and show us the glory days of Islam, as we have seen what happened to the Muslims. We hope that we may be honoured with the honour of Islam. That we may be proud & not be humiliated among people.

O Arabs, especially you, "do not be divided and hold fast, all of you together, to the Rope of Allah" (3:103) The Rope of Allah (swt) that represents the King of Jordan. His Highness King Abdullah, is the Rope of Allah (swt). Hold fast to him and do not fear. Allah (swt) is with you. And Allah (swt) Knows what you do. And forgive us O Lord, for the sake of Your most honoured one. My heart is too full to speak, but now I reached the age of weakness. And what has been inspired to my heart & what they have ordered me to say is this much. It is enough for 70 worlds. And Allah (swt) is Witness to what we say. Allahu Akbar!

And His Prophet (saws) knows. His Prophet (saws) is generous, the highest in the Divine Presence. I have declared, I have declared, I have declared. I am asking from my Lord to show me those honoured days of Islam, between the hands of the Sultan, O Lord You are Omnipotent over everything. Sham is open for you, O your Majesty the King. Enter it O King, O lion of Allah (swt). And no fear for you, the armies of Heavens and earths are with you. Go! Fatiha.

Wa min Allah Al Tawfiq.

King Abdullah II
Source: " www.sufilive.com"

© Copyright 2012 Sufilive. All rights reserved.
This transcript is protected by international copyright law. Please attribute Sufilive when sharing it.
JazakAllahu khayr.